Tuesday, 30-11-21
Hukum Sebar Data Pinjaman Online
Hukum Sebar Data Pinjaman Online

Pelanggaran Hukum Sebar Data Pinjaman Online Yang Ilegal

Efek yang ditimbulkan oleh Pinjaman online ilegal bahkan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Bagaimana tidak, jika peminjam merasa tertekan atas berbagai macam cara menagih hutang yang melanggar hukum sehingga membuat seseorang lebih memilih mengakhiri hidupnya. Perlu diketahui bahwa terdapat pelanggaran hukum sebar data pinjaman online yang dapat menjerat pelakunya.

Akan tetapi bisa dikatakan bahwa penanganan secara hukum terkait kasus pinjaman online ini tergolong minim. Tidak mengherankan jika permasalahan semacam ini terus terjadi. Dilihat secara umum bentuk pelanggaran yang dihadirkan dari Pinjol pun cukup beragam. Berikut ulasan terkait hukum penyebaran data dari pinjaman online:

Pasal Pidana Yang Dapat Menjerat Pinjol Ilegal Jika Terbukti Melanggar

Terdapat beberapa hukum sebar data Pinjaman online yang dapat dilakukan. Hukum yang diberlakukan akan tergantung dengan pelanggaran yang diperkuat oleh perusahaan Pinjol terkait. Bahkan sejumlah orang harus mengalami depresi lantaran memperoleh tindakan intimidasi dari penagihan hutang. Berikut beberapa pasal yang dapat dipakai untuk menjerat pinjol yang terbukti melanggar aturan:

  • Pasal 32 juncto pasal 48 yang tepat pada UU nomor 11 terkait dengan ITE atau yang merupakan kepanjangan dari kata Informasi dan Transaksi Elektronik tahun 2008. Pasal ini dapat dipakai untuk kasus penyebaran data pribadi.
  • Hukum lainnya yaitu pasal 368 KUHP serta juga pasal 29 jo 45 terkait UU ITE yang dapat digunakan untuk menjerat pinjol yang melakukan pengancaman ketika menagih hutang.
  • Berikutnya ada pasal 378 juga dalam KUHP mengenai tindak penipuan yang dilakukan oleh pinjol.
  • Pasal 311 yang terdapat pada ayat 1 dalam KUHP mengenai tindakan fitnah yang dilakukan oleh pinjol kepada peminjam ataupun kepada pihak lainnya.
  • Selanjutnya adalah pasal 27 yang tercantum dalam ayat 1 jo 45 yang terdapat pada ayat 1 juga dalam UU ITE. Pasal ini bisa digunakan ketika pinjaman online melakukan pelecehan seksual dengan perantara media elektronik.
✅ BACA JUGA:   Jenis Pertanyaan Saat Survey Pinjaman Beserta Tips Menjawabnya

Bentuk Pelanggaran Yang Biasanya Dilakukan Oleh Pinjol

Bentuk Pelanggaran yang dilakukan oleh pinjaman online memang cukup beragam. Jenis pelanggaran tersebut dapat diketahui dari sejumlah peminjam yang memberikan laporan kepada pihak LBH. Adapun bentuk pelanggaran tersebut diantaranya seperti berikut:

  • Bunga yang diberlakukan tergolong cukup tinggi, bahkan terkadang tanpa batasan.
  • Tindakan tagihan yang dilakukan oleh pihak pinjaman online tidak hanya ditujukan kepada peminjam saja. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan ditujukan kepada sejumlah kontak yang disertakan peminjam.
  • Tidak jarang pinjaman online juga melakukan bentuk ancaman, kemudian fitnah dan lainnya ketika menagih angsuran.
  • Sejumlah pinjol juga melakukan penyebaran data pribadi.
  • Melakukan pengambilan akses pada hampir semua gawai milik peminjam.
  • Adanya biaya admin yang tergolong tidak jelas.
  • Tidak terdapat pemberitahuan kepada pihak peminjam saat terjadinya perubahan sejumlah informasi seperti tempat dan juga nama perusahaan Pinjol.
  • Virtual Account terkait pengembalian uang ternyata tidak valid. Hingga bunga yang ditanggung oleh peminjam terus mengalami kenaikan serta penagihan secara intimidasi terus berlanjut.
  • Data KTP milik peminjam dipergunakan untuk melakukan pinjaman pada aplikasi sejenis lainnya.
  • Sebenarnya peminjam telah melakukan pembayaran akan tetapi terhapus dengan memakai alasan tidak tercatat masuk pada bagian sistem.

Demikian pembahasan mengenai hukum sebar data Pinjaman online beserta bentuk pelanggaran yang sering dilakukan. Ulasan di atas bisa menjadi kewaspadaan bagi orang yang ingin melakukan pengajuan pinjaman dana secara online. Sejumlah hal perlu diperhatikan, misalnya seperti status aplikasi pinjaman online terkait. Tujuannya agar tidak mengalami penyesalan di kemudian hari.